Home
Investor
Class Access
Get To Know!
Saham Syariah
Berita
Blog
Sign up
Login
🇺🇸 EN
Masih Ngutang Untuk Konsumtif? Bahaya Buat Negara!
1. Ilusi "Uang Tambahan" yang Menggerogoti Kekuatan Ekonomi
2. Masyarakat kerap terjebak dalam euforia utang konsumtif—kartu kredit, pinjaman online, atau KTA—seolah mendapat "uang tambahan". Padahal, secara finansial, utang konsumtif adalah pengurangan kekayaan bersih (net worth) karena digunakan untuk barang yang nilainya menyusut atau habis tanpa menghasilkan aset . Belum lagi risiko riba yang mengurangi keberkahan harta. Data menunjukkan 47% masyarakat Indonesia mengalokasikan >30% pendapatan untuk cicilan utang konsumtif, melampaui batas aman yang direkomendasikan pakar keuangan . Akibatnya, tabungan pendidikan, dana pensiun, dan investasi produktif dikorbankan—bom waktu yang siap meledak di tingkat individu maupun nasional.
3. "Syukuran" Fiktif dan Jebakan Mindset Keliru
4. Marak praktik "syukuran" palsu saat memulai utang bisnis: mengajak keluarga besar makan di restoran meyakini ini bentuk investasi relasi. Padahal, ini adalah kesalahpahaman fatal! Pebisnis profesional mengadakan gala dinner untuk pitching ke investor atau membangun networking strategis, bukan sekadar pesta keluarga . Ironisnya, pelaku UMKM justru sibuk menelepon calon investor di pojokan restoran alih-alih mengundang mereka ke meja—tindakan yang mencerminkan mentalitas "takut gagal" dan ketidaksiapan bisnis. Akibatnya? Utang jadi beban ganda: biaya hiburan konsumtif + cicilan usaha yang tak kunjung balik modal .
5. Efek Domino ke Kesehatan Ekonomi Nasional
6. Utang konsumtif massal adalah virus bagi ketahanan negara:
7. Tanda Darurat Utang Konsumtif (Segera Evaluasi!)
Masih Ngutang Untuk Konsumtif? Bahaya Buat Negara!
Team Ulive
8 Jun 2025
3 minute read
Related Posts
Kunci Kekayaan adalah Kesabaran dan Bersyukur
14 Aug 2025
🧠 Sudahkah berpikir hari ini?
12 Aug 2025
💰 Menabung Itu Proses, Sedekah Itu Tujuan
11 Aug 2025
📈 Pasar Modal: Jual Beli Surat Kepemilikan, Bukan Sekadar Angka Digital
9 Aug 2025
Siap Dibantu atau Hanya Minta Dibantu?
23 Jul 2025